KULTUR SEKOLAH
Kultur sekolah juga suatu bentuk yang mempunyai komitmen yang dilakukan untuk melakukan hidup agar kita ketika ada masalah bisa memecahkan masalah sulit yang ada disekolah, karena setaip sekolah mempunyai budaya yang berbeda-beda. Maka kultur sekolah ini mempunyai suatu keyakinan milik Bersama untuk menjadi pengikat yang kuat sebagai warga masyarakat sekolah dan warga tersebut tetap mempunyai budaya yang harus dipatuhi di sekitar warga. Telah terbukti disuatu lingkungan masyrakat disekolah menghadapi suatu masalah sepeti dalam ia mengenal lingkungan baru nya dan terkadang melakukan sesuatu agar masalah yang sulit itu selesai, sehingga pola pikiran mereka tersebut akan diajrkan kepada anggota barunnya agar mereka mendapat suatu pandangan agar mereka memahami ataupun bertindak untuk menghadapi suatu masalah yang ada dilingkungan.
Kultur sekolah juga memiliki suatu peran yang dapat menghasilkan suatu kinerja yang sangat baik, oleh karena itu perlunnya untuk membangun hubungan antar warga sekolah yang mempunyai pola piker yang positif untuk memperbaiki suatu kualitas yang ada disekolah. Adapun factor penghambat untuk mencapai suatu prestasi disekolah yaitu kultur atau biasa disebut dengan suatu budaya yang ada dilingkungan sekolah. Karena untuk memperbaiki kualitas yang ada didalam sekolah kita perlu melakukan hal terhadap kultur tersebut. Dalam peningkatan suatu kualitas sekolah yaitu tadi ada kulktur yang positif contohnya seperti Kerjasama agar mencapai suatu prestasi dalam belajar, sedangkan kultur negative contohnya ada siswa yang masih takut dalam memberikan suatu pertanyaan, sedangkan kultur sekolah netral contohnya seperti mengadakan acara dalam arisan keluarga. Untuk mengetahui suatu kultur sekolah kita dapat melakukan suatu penelitian tersebut seperti : pedoman wawancara, lembar observasi, dokumen, kuesioner. Adapun beberapa data yang bisa diambil lewat kepala sekolah, guru, siswa, komite sekolah, dan mungkin lain sebagainnya yang tau terkait perkembangan sekolah atau yang mengikut adil dalam proses tersebut. Jadi, setelah melakukan penelitian terhadap lingkungan sekolah tetapi hasil tersebut yang kita cari harus ditampilkan agar tidak salah seperti mengumpulkan suatu nilai ataupun suatu keyakinan masyarakat yang ada di sekolah agar lebih jelas untuk mengetahui jenis yan mana positif, negative, maupun netral.
Terdapat sembilan aspek budaya utama untuk dikembangkan dalam rangka membentuk karakter siswa yaitu, 1) budaya membaca, 2) budaya jujur, 3) budaya bersih, 4) budaya disiplin, 5) budaya kerja sama, 6) budaya kerja sama, 7) budaya berprestasi, 8) budaya saling menghargai, 9) budaya hemat atau ekonomis. Kultur sekolah berfungsi sebagai mendorong terbentuknya stabilitas dan dinamika yang sangat berkualitas. Yang berdampak kepada lingkungan sekolah yang kondusif sehingga mutu pendidikan semakin meningkat. Kultur sekolah yang baik dan akan membentuk karakter siswa sekolah baik pula.
Pendidikan adalah salah satu jembatan untuk mencapai cita-cita, ataupun meraih kehidupan masa depan yang lebih baik, pendidikan yang bermutu menjadi kebutuhan, tuntutan dan harapan seluruh lapisan masyarakat. Berbagai usaha yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan mutu daru kultur sekolah, seperti salah satunya pendidikan dan melatih guru, pengadaan sarana dan prasarana, meningkatkan kompetensi, dan profesionalisme seorang guru yang melalui lesson study dan sertifikasi seorang guru, studi banding yang dilakukan di luar negeri, meningkatkan kesejahteraan guru melalui tunjangan sertifikat. Tetapi fakta mengatakan bahwasannya apa yang dilakukan atau semua usaha tersebut tidak berdampak signifikan.
Kultur sekolah dibangun melalui kesungguhan dan komitmen yang kuat yang dilaksanakan secara konsisten dengan program-program aksi yang konkrit dengan strategi pengkondisian, pembiasaan, dan keteladanan, baik melalui pendekatan struktural maupun kultural. Pendekatan struktural denganmembuat kesepakatan berupa regulasi seperti peraturan, tata tertib, dan sebagainya. yang mengikatsiswa, guru, dan seluruh warga sekolah lainnya, adanya program-program pembiasaan yang lambat laun akan menjadi budaya/karakter, sedangkan pendekatan kultural melalui interaksi dengan menanamkan nilai-nilai, sikap dan prilaku yang diintegrasikan pada setiap mata pelajaran atau melalui kegiatan ekstra kurikuler, dan yang terpenting dengan cara pembudayaan dengan keteladanan yang ditunjukkan oleh kepala sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan lainnya di sekolah.
Sekian pemaparan dari saya
Wassalamu'alaikum wr.wb